
Bukan tetesan embun, tapi derai sang pesakitan
Bukan pukulan gedam, namun isyarat hati meradang
Ya… saat terluka karena rasa
Sungguh lumrah dan lazimnya manusia
Pun nabi sang paripurna sempat terluka
Kerna fitnah tertimpa kepada Bunda Aisyah
Namun kebaikan tak kan surut adanya
Beserta kesadaran yang tersisa
Rasakan senyum Tuhan yang mengalir disetiap doa
Dia berharap agar tetap bertahan
Iffah…iffah… seruNya
Hadiah terindah telah Tuhan siapkan di ujung penantian…
Khod_ega, 150611
21:52
Tidak ada komentar:
Posting Komentar