Kamis, 12 Juli 2012

BAHASA RINDU


Kau panggil namaku dalam pesanmu
Yang disampaikan malam lewat remang cahaya rembulan
Takut ku tafsirkan pesanmu sebagai bahasa rindu
Akhirnya kubiarkan, hingga waktu berlalu

Menanti esok penuh harap
bersama gugurnya sehelai daun kering
dan embun pagi yang meresap senyap
jangan kau acuhkan malam yang sempat hening
Dan teruslah memburu meski dalam gelap
Hingga kurasakan betapa rindumu benar-benar nyata
hadir layaknya pias pias fajar menerobos udara
Memudarkan ragu dan hentikan derai pilu yang membisu

Ku raih harapmu, itu inginku
Lewat narasi doa ditiap-tiap waktu
Sembari membangun sebuah keyakinan
yang begitu nyata penuh keraguan
khawatir tak sekuat harapan
karena aku bagaikan buritan
sendiri menunggu labuhnya perahu

apakah kau dengar resahku
yang disampaikan segerombol camar
terbang kesana kemari silih berganti
apakah kau dengar harapku
yang disampaikan ombak
berkali-kali pulang dan pergi





Renggali 08, 110712
23:06

Kamis, 05 Juli 2012


Allahku, 
Banyak sahabat bertanya,

Mengapa mencintai seseorang begitu melelahkan?
Mengapa mencintai seseorang seringkali membuat kita kecewa?

Allahku, 
Apakah ini caraMu untuk mengajari kami,
bahwa dengan mencintaiMu hati ini tak akan pernah lelah dan kecewa?

Minggu, 13 Mei 2012

Meskipun berpisah, tetap selalu ada cerita



Sahabat...
begitu menyesakkan ketika ditinggalkan
namun melihatmu pergi dengan membawa kebahagiaan 
itu bagian kebahagiaanku juga
namun biarkanlah hati ini sedikit terluka
bukan karena tak rela, namun fase yang mesti terlewati
dan kupastikan luka itu kan segera sembuh

merasa sakit ketika ditinggalkan 
tak selantasnya meninggalkan untuk hindari luka yang sama
karena sebenarnya tak ingin meninggalkan, pun ditinggalkan
tapi takdir Allah demikian indahnya
sehingga tiada yang mampu tuk menolaknya

Sahabat...
maafkan bila aku harus pergi dahulu meninggalkanmu
karena sebenarnya yang pergi adalah raga, bukan jiwaku
namun andai kau dahulu yang harus pergi, pergilah...
jemput kebahagiaanmu
Disini, kan kunanti waktu itu menghampiriku


Renggali 8, 140512

Rabu, 02 Mei 2012

Untukmu yang sedang Galau ^^

Alunan lagu Haris Isa menunjukkan ada tanda-tanda kehidupan dari HP merk ternama yang sudah kedaluwarsa. 
Tercantum nama teman semasa sekolah  pada panggilan masuk, tumben sekali dia telpon setelah berabad-abad hilang dari peredaran.
Ibarat baru bertemu teman lama, semua-mua dia ceritakan mulai dari semasa dulu waktu sekolah bareng, saat menempuh kuliah, tentang kegiatan organisasinya, hingga sampai pekerjaannya sekarang.

Trus apa yang saya lakukan???

Mendengarkan...

Ya... benar sekali Sahabat, saya hanya mendengarkan dengan sesekali  menimpali untuk menunjukkan bahwa saya respect dengan ceritanya.

Sudah selang sekian lama saya tidak pernah berkomunikasi dengan dia, tidak tahu bagaimana perubahan yang terjadi sekarang. Namun saya menjadi cukup tahu menjadi sosok seperti apa teman saya yang satu ini setelah ditempa waktu sekian tahun, ya pastinya dari semua ceritanya...

Barangkali dia tersadar, kalau sedari tadi dia yang selalu berbicara dan saya selalu mendengarkan.

“Gimana ceritamu, tentang kehidupanmu di Jogja?”

Tiba-tiba dia bertanya yang terdengar seperti salah satu iklan yang pernah saya liat dan dengar ditelevisi.

‘LALU APA CERITAMU...?’ he..he...

Kemudian saya bercerita sebatas tentang studi saya, hanya itu dan cukup itu saja.

Dia melanjutkan ceritanya lebih kepada hal yang lebih pribadi, dan saya sudah menduganya.

Cerita yang mengindikasikan muda-muda yang galau. Barangkali saya akan cukup nyaman jika yang sedang bercerita dengan saya adalah seorang teman wanita.


Sebelum mengakhiri obrolan dia berkata pada saya,

“Kamu belum cerita kehidupanmu, besok giliranmu lho...”

Sangat terdengar aneh ditelinga saya, namun santai sajalah.

dan sayapun menjawab,

“Aku tidak terbiasa cerita kehidupanku dengan orang lain kecuali pada Ibu”

****

Banyaklah berbicara maka aku akan mengenalmu