Minggu, 27 November 2011

Semakin 'Lope' padaMu

Allah Maha Kaya
Rezeki Allah ada saja, pun lewat pintu yang tidak disangka

ceritanya begini...
Dengan 'piti' yang sedikit tersisa, saya mencoba menghemat 

ya...itu yang ada dalam pikiran saya

Tapi karena hanya Allah dan saya yang tahu,
tanpa kulonuwun tanpa permisi tiba-tiba ada sms nongol, yang intinya, sang pengirim sedang membutuhkan 'piti' 

Sempat mikir juga sih, tapi hamdalahnya, Allah menggiring saya untuk berfikir:

"bersedekahlah meski dalam keadaan lapang ataupun sempit"


Setelah mengambil keputusan itu, sempat bingung juga saya. Air di rumah sedang bermasalah terpaksa saya harus nge-loundry pakaian

nah...hari itulah jadwal saya harus mengambil, lebih tepatnya hari itu harus diambil karena butuh baju buat ganti

hmm...piti di tangan tinggal segini-gininya.
Tapi mau tak mau, saya mesti merelakan tuk melepaskannya.

Dengan langkah gontai menuju loundry


"Ibu, mau ambil cucian..." 


Saya berucap terbata-bata, membayangkan piti di tangan kan segera melayang (lebay)

Tiba-tiba Ibu Loundry dengan merdunya berkata,


"O ya mbak, kemarin ada uang yang terselip di pakaian" 

Ohh... suara Ibu Loundry menyejukkan sekali terasa mendayu-ndayu mengalun  di telinga saya.

Alhamdulillah lumayan lah bisa buat bayar loundry-nya, dan piti ini bisa buat jaga-jaga, pikir saya.

Ibu Loundry, segera mendatangi saya, beliau menyerahkan beberapa lembaran warna merah.



"Ini mbak uangnya, untungnya belum ikut kegiling" 


Masya Allah, ternyata lumayan banget bro!
Ini mah gaji ngeles saya sebulan!
Alhamdulillah ya Rabb...
Bener-bener bagaikan menemukan oase di padang sahara (terharu)

Ahh, kali ini saya lihat wajah ibunya benar-benar sepuluh kali lebih cantik dari biasanya...he..he..

Ibu baik sekali, semoga rezeki Ibu lancar, loundrynya segera buka cabang, Amiin...
Dipikir-pikir aneh juga, sampai kelupaan uang sejumlah itu. Tapi setelah ditelusuri ternyata memang benar, ada kantung ajaib harta karun peninggalan kakak saya he..he... 


Terimakasih Rabbi...
Saya suka surpriseMu... ^^


Sebuah cerita Sederhana,
Betapa, Allah tidak akan pernah mengecewakan hambanya, sekecil apapun.

Kusumanegara,  271111
23:39


Selasa, 22 November 2011

efek 'sedikit kaget'

Dengan banyak cara Allah menunjukkan jalanNya
Namun terkadang manusia yang belum siap menerimanya

Kaget!

Sedih!

Terasa begitu berat dan menyesakkan
Ahh...berbahagialah saja untuk taqdir yang telah Allah gariskan
karena pasti Allah memberikan yang terbaik


Terimakasih Rabbi...

Minggu, 13 November 2011

Trio Kwok2

Episode bersama mas angga,ternyata aku merindukanmu juga mas he...





Mas (Ari Chandra Sumantri),
afwan belum bisa jadi adik yang baik buat Mas Angga.
tantri janji akan terus belajar
hmmm, kangen....









Kalau sedang kumpul yang ada cuma gulet
kalau pisah kangeeen, apakah cerita persaudaraan selalu seperti ini?? he..he..

ndak terasa,  
umur kita sudah mencapai sensor

barangkali foto yang akan datang akan berbeda
sudah dengan pasangan masing-masing
hiiiiaaaa...

Apapun perubahan yang terjadi ke depan
Trio kwok2 tetep punya satu jargon

"bersatu kita teguh, bercerai ga' banget la ya..."






ahaay diapit perjaka2
sok tampan he..he..












Episode bersama adekku (mas goge')





Adekku (Aditya Yogi Pamungkas),
afwan de, belum bisa jadi mbak yang baik buatmu.
mbak kan terus belajar memantaskan diri
Lope Yu...
jaga dirimu baik2, mbak nggak menganggapmu anak kecil lagi (sesuatu yang kau tak suka)






Bismillah...

Ibu, Abi
Engkau sosok pahlawan kami
memayungi kami dari panasnya dunia
Jika kami besar kelak
Kami akan terus menjagamu
Menjagamu tiada henti

Kusumanegara, 131111
23:47

Sabtu, 12 November 2011

suka...

melihat bayangan 
pun kenyataan
sama sekali tak berefek lagi
telah mati rasa
satu hal saja


barangkali ini jalan Allah 
tuk senantiasa menjaga saya
Terimakasih Rabbi...

saya suka ^_^




Jumat, 11 November 2011

mengenang cerita lama


Oh No…!!!

Hoooah…
Rasa kantuk mulai menggerayangi
‘Sabar ega, tanggung sedikit lagi nih…’
Otak saya masih memaksa untuk menuangkan ide yang masih tersisa. 
Sebenarnya  mata  indah bola pinpong saya  ini sudah susah diajak kompromi,
dengan berat hati ia harus mengimbangi jari-jari saya yang masih asyik menari diatas tuth huruf-huruf untuk memuaskan nafsu dahaga si otak.

Saya rasakan di ruang tengah sudah tak semeriah tadi
(tampaknya acara OVJ sudah selesai)
dari kamar tak terdengar suara apapun, ruang tengah benar-benar sunyi…
sepi…
senyap…
aman…
damai…
dan tentram…
jauh dari nuansa gegap gempita. 

Sepertinya kakak saya sudah terbang melayang bersama mimpi-mimpinya
membuat rasa kantuk saya semakin menggila

Tak sanggup lagi mata indah pemberian Allah ini dipaksa untuk melek, segera saya akhiri tugas mulia ini, meski otak saya masih memberontak minta dituruti. 

Segera saya langkahkan kaki dengan badan sedikit sempoyongan demi menunaikan ritual rutin saya sebelum tidur
Yup ke kamar mandi, gosok gigi, cuci muka dan sensor ^^

Melewati ruang tengah, benar saja kakak saya sudah terkapar tak berdaya 

Dan apa yang saya lihat??? 

cerita hujan ^_^



Bagaimana kabarmu wahai iman?

Lihatlah, ikan di kolam
Berlompat sorai menyambut rintik hujan
Meliuk kanan kiri bermuamalah penuh gairah
Berhamdalah penuh kesyukuran
Sembari bertasbih, Maha Suci Engkau ya Rabb…

Lihatlah bunga-bunga di taman
Berlomba-lomba mekar
Merah, jingga, putih, ungu, kelabu
Berlari mengejar karunia ilahi, sinar mentari
Telisik daun pun berbisik
Subhanallah, hangatnya pagi…

Lihatlah bocah-bocah kecil
kala fajar hampir tenggelam
Berduyun-duyun sumringah menuju  langgar
mengeja huruf satu per satu
alif… ba… tha…
penuh  khusyuk dan kesabaran
kemudian berhamdalah dengan bahasanya
Horee….aku masuk jilid dua!

Lalu bagaimana denganmu wahai iman?
Ramadhan akan segera berlalu
Tinggal menghitung hari
Dua hari…satu hari…..
Kemudian akan segera pergi
Teliti bekal dalam ranselmu, tuntaskan  berkemas
karena kereta menuju Ar Rayan telah menanti dan segera pergi…


Jambi, 28 Agustus 2011



Kamis, 10 November 2011

Pemilik Rindu


Kurindukan pagiku
Saat Kau bangunkan dari pulas tidurku 
dengan alunan merdu sapa sabda alamMu…

Kurindukan siangku
Saat kau teduhkan jiwa yang letih 
dengan sejuknya tirta pengobat dahagaMu…

Kurindukan malamku
saat Kau mengajakku terbuai indah 
dalam taman doa dan harapan
Taman yang senantiasa coba ku rajut 
dengan tulus kesempurnaan kasihMu…
 
Rabbi... 
Jikalau rindu ini adalah  sebuah ketertawanan
tawanlah selalu hatiku pada rindu kepadaMu
agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku kecuali bermuara padaMu


Rabbi
Jikalau ada rindu lain yang menyakitkan,
penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepadaMu….





karena,
Kau lah pemilik rindu ini ^^






Kusumanegara,111111
 

^^

kayaknya tadi malam dah taubatan nasuha
berlinang airmata
paginya
mata indah bola pingpong bekel
ups beratnya beban ini
tak nyaman
sekarang lagi
tempat itu lagi
lagi..lagi itu lagi
hiks
melemahkan hati
kabuuuur.....
.
.
.
stop keluh kesah
keep spirit
tolong kembalikan saya
ingin terjaga lagi
Rabbi
ingin kembali lagi...





Rabu, 09 November 2011

?


merasa sudah mendapat hidayah???

Jangan jangan itu benar, cuma  hanya sebatas 'merasa'

Astaqfirullah...

hati ini masih liar

masih sulit menghijab rasa

Ya Rabbi, 
  
Iman ini masih compang-camping 





Senin, 07 November 2011

Teman di Persinggahan


“aku sih nggak peduli orang bilang ‘ih sok-sok-an ...’, untuk sekarang bagiku ngrokok itu bukan biar dianggap gaul, dulu sih emang gitu, iya nggak sih... ?“


mikir??? 

biasa saja tuh...
wuuiii atmosfernya para anak gaul...
Astaqfirullah GeJe... 

apapun yang difikirkan, biarlah hati yang menilainya
***
seorang wanita yang tampaknya sebaya dengan saya atau mungkin lebih muda sedang  asyik mengobral obrolan bersama teman-temannya, asyik bercerita tentang kehidupan mereka yang penuh tawa,  penuh kepuasan dan full kebahagiaan versi mereka.

Sembari menunggu nasi pesanan dibungkus, akhirnya saya menikmati juga obrolan mereka, cukup tahu saja dengan pola dan gaya hidup yang berbeda.

Saya berfikir, apakah mereka benar-benar bahagia dengan kehidupannya? 

Ah, belenggu-belenggu yang  mereka buat sudah terlalu kuat menancap, hingga tak mampu lagi mendengar jeritan hati mereka yang sebenarnya meronta-ronta  meminta pembebasan.

Mungkin mereka pun memandang sama, dengan kehidupan dan gaya hidup saya,  barangkali mereka berfikir,

“ ih..kok terkekang banget sih terlalu banyak aturan, hidup di dunia cuma sekali nikmati aja cuy...”

Memang, hidup adalah sebuah pilihan. Keputusan kita hari ini akan menentukan perjalanan sesudahnya, hidup akan terus berlanjut dengan kondisi kita yang bagaimanapun.

Benar kata mereka hidup hanya sekali di dunia, namun apakah tidak berfikir untuk merajut benang-benang kehidupan yang berarti,  karena masih ada kehidupan sesudahnya.

Ah, teman-teman persinggahanku andai kalian tahu, batapa indahnya jalan yang kutempuh.....

Batas



Rabbi...
terimakasih untuk hari ini 
atas kesempatan berkumpul bersama mereka
dalam rajut ukhwah yang mesra
dalam dekap erat  lingkaran cinta  
di sana ku hanya ingin berbagi iman
berbagi bahagia
sementara ini,  itu saja



Rabbi...
cukup Engkau saja
cukup Engkau saja menguatkan rapuhnya diri
cukup Engkau saja hapuskan air mata yang  mengalir
cukup Engkau saja hilangkan gundah dan kecewa
cukup Engkau saja
karena Engkau lebih dari cukup



Kusumanegara, 071111

!



beberapa jam telah berlalu
namun masih saja menyesakkan dada

kucoba untuk bahagia
usah mengeluh akan apa yang terjadi


Bukankah Allah mendatangkan rizkiNya dari pintu yang tiada disangka-sangka 


ya... kuputuskan untuk bahagia saja

Bismillah....

Sabtu, 05 November 2011

takbir...

takbir..... menggema, membahana....
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ

terimaksih Rabbi...telah manyampaikan usia hingga lebaran kali ini

jadikanlah kami semakin memahami arti keimanan,  ketegaran dan keikhlasan sebagai seorang hamba, suami dan ayah selayaknya nabi mulia Ibrahim

semakin mengerti arti keimanan,  ketegaran dan keikhlasan sebagai seorang hamba, isteri dan ibu selayaknya bunda Hajar


dan memahami arti keimanan,  ketegaran dan keikhlasan sebagai seorang hamba dan anak selayaknya nabi mulia Ismail

Rabbi, jadilah setiap perkara yang terjadi menjadi pelajaran berarti bagi kami, dan pertemukanlah kami  pada lebaran depan dengan kondisi keimanan yang jauh lebih baik lagi. amin




Kusumanegara, 051111
20:14

Jumat, 04 November 2011

....

bodohnya dirimu berharap pada manusia, karena kau pasti akan kecewa...

Sadar...sadar...sadar... 

hanya ALLAH saja tempat berharap dan meminta

befriend the rain

This night...
I'm just alone ...
be friend the rain...





kata orang, hujan bikin romantis  
*jiaaah
 
ah ngapusiii... mau hujan kecil-kecil (gerimis), mau  hujan gede-gede (deres plus gledek nyamber-nyember)
yang bener itu bukan bikin romantis, tapi bikin masuk angin, bikin kepala puyeng dan yang paling mengharu birukankan adalah bikin tambah kerjaan...
*afwan jidan hujan, saya masih terbawa suasana

(tapi banyak2 berdoa aja, insyaAllah saat hujan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa)

saya lewati sore ini dengan hal-hal tragis, asal muasal ceritanya begini............
berawal sepulang dari menunaikan tugas negara kuliah (dari kata dasar 'kuli')  
*kuli ilmu la ya

Seneng deh, biasanya siang begini panas menyengat tapi kali ini so sweet banget, sepanjang perjalanan pulang dipayungi mendung, he..he.. jadi teringat kisah Rosulullah yang selalu dipayungi awan ketika perjalanan ke Syam, yang menunjukkan bukti kerosulan Beliau   
*gubraxxxx apa maksudnya tan


mungkin gara-gara nggak tahu diri, akhirnya saya mendapatkan banyak cobaan
*bandingin ama Rosulullah, klu bukan ga tahu diri, apa namanya coba


ditengah perjalanan, hati rasanya sudah nggak enak ngliatin pengendara motor dari arah berlawanan pada pakai mantel hujan. 

E..e..e.. 
bressssss....... 


belum selesai mikirnya, tiba-tiba hujan mengguyur  seluruh badan dengan sempurna hingga basah kuyup.

yang ada dipikiran saat itu hanyalah bagaimana mengamankan ganjel bobo' buku-buku yang ada dalam tas yang baru saja  dicopy (bukan dengan tulus ikhlas untuk sengaja membajak tapi terpaksa, suer...) sampai menguras isi dompet, ga asik banget kan kalau sampai rumah jadi jenang  
*mendramatisir


( Do you know 'jenang'? kalau nggak tahu nanti tanya eyang...)

 
akhirnya demi menyelamatkan para jendela ilmu saya putuskan ngepet sepanjang jalan hiaa..

Lega, akhirnya sampai rumah, tapi apa yang terjadi pemirsa???
begitu memasuki rumah, saya lihat ruang tamu saya persis kayak kubangan bebek,


banjiiiirrrrrrrrrr......

niatan yang sudah dirancang indah untuk segera mandi dan istirahat dengan nyaman, berubah  drastis harus menjadi pekerja romusa, mesti ngepel dulu kemudian menata baskom dan ember warna warni buat tampungan (duniaku penuh warna heh...)

sebenarnya bukan pekerjaan yang berat, tapi yang paling menyedihkan adalah sejak hari ini semua mesti dilakukan sendiri tiada teman, adik, kakak, sanak family apalagi ##### yang menyemangati dan menemani penderitaan saya, lebih-lebih menghibur  *lebay

Because I'm just alone at home
*tragis

udah dulu ah....

Kusumanegara, 041111
22:59